Homeschooling itu...

Noviaty Fauziah | Wednesday, May 22, 2013 | |
Bismillaah

Sebenarnya hari ini mau nulis apa saja yang perlu dipersiapkan keluarga yang mau ber-homeschooling. Tapi kemudian, seorang sahabat mengabarkan bahwa ada HS B, milik seorang tokoh penting sedang launching di Pekanbaru, setelah sebelumnya ada HS A, yang juga milik seorang tokoh lainnya. Eng ing eng...kekesalan lama yang sudah terlupakan muncak lagi deh. Hari ini bahas ini aja deh...'Homeschooling itu apa?'.

Berhubung tidak sedang pegang buku apapun, karena sedang di kantor, aku merujuk ke Wikipedia saja ya. Menurut Wikipedia: Homeschooling or homeschool (also called home education or home based learning) is the education of children at home, typically by parents or by tutors, rather than in other formal settings of public or private school(selengkapnya bisa dibaca di sini). Jadi, yang namanya homeschooling itu adalah pendidikan anak di rumah, sekali lagi di rumah, DI RUMAH, yang biasanya diberikan oleh orang tua atau tutor dan bukan pendidikan yang diberikan secara formal baik oleh lembaga pemerintah (umum) maupun sektor swasta, sekali lagi BUKAN SEKTOR SWASTA (harap maklum, ini lagi esmosi ni hehehe). Jadi, homeschooling itu bener-bener tanggung jawabnya ada di pihak keluarga: ayah, ibu, anak, kakek, nenek, seluruh keluarga, mau melibatkan keluarga besar atau yang kecil boleh, yang penting seluruh keluarga terlibat di dalamnya. Kalo kemudian sudah ada lembaga, apapun bentuknya, yang mengatur segala aktifitas pendidikan anak kita, ya legowolah bilang bukan homeschooling, titik gak pake koma. Kan kalo sekolah juga gak masalah kan? Homeschooling bukan buat gengsian dan juga bukan jaminan kekerenan seseorang atau keluarga kok.

Jadi yuk bikin list aja, biar jelas sejelas-jelasnya dalam tempo sesingkat-singkatnya #eehhh. Disebut homeschooling jika:
Seluruh aktifitas pendidikan anak berada dalam tanggung jawab seluruh keluarga, terutama orang. Anak belajar di rumah yang difasilitasi oleh orang tua atau orang yang dipercayakan untuk memfasilitasi (guru les, tutor dll). Pengertian di rumah ini gak sempit hanya di rumah sendiri, boleh di rumah temen, rumah tetangga atau tempat-tempat lain. Yang jelas, ada tanggung jawab penuh kedua orang tua di mana pun anak belajar. Orang tua bebas memilih, mau ngajar sendiri anaknya, atau pake guru yang membantu. Kehadiran bantuan seperti tutor dan lain-lain itu hak mutlak, hak veto-nya orang tua. Mau pake boleh,gak pake juga tetap sah! #eehh Seluruh sarana di luar rumah sifatnya membantu dan bukan penentu homeschooling anda.

Bukan homeschooling jika: Seluruh aktifitas pendidikan anak anda diserahkan pada pihak-pihak yang menyebut komunitas atau lembaga homeschooling. Apalagi dengan ancaman: 'kalo gak bergabung akan susah berijazah, bahwa hanya di situlah bakat anak anda akan terasah dengan baik kalo memilih homeschooling'. Kalo ada lembaga yang mengaku lembaga homeschooling, ayo cermati lagi: tu lembaga ngerti gak hakikat homeschooling. Seluruh tanggung jawab proses belajar anak ada di suatu lembaga tertentu. Ini mah, pindah sekolah neng. Pindah sekolah ke tempat privat yang sangat-sangat privat sehingga belajarnya one to one, satu guru satu murid. Teng tong, salah besar, this is not homeschooling.

Jadi, ini bukan soal homeschooling itu keren dan keren sekali, trus anak dititipin ke homeschooling A, B dan C. Homeschooling itu pusatnya, sentralnya, pusat tata suryanya adalah keluarga. Please deh, pake istilah dengan benar. Trus, kalo anaknya di homeschooling A, B atau C, sentralnya di mana? Layakkah menyebut homeschooling? Eh, aku gak anti dengan lembaga-lembaga yang membantu pengurusan ijazah, paket A,B dan C ya. Sama sekali tidak. Karena itu beda bahasan. Bedanya jauuuhhhh antara kutub utara dan kutub selatan. Cuma ingin membantu meluruskan istilah, homeschooling itu pendidikan anak berbasis rumah yang diselenggarakan oleh suatu keluarga TITIK tanpa koma tanpa tapi.

Mari refleksi sendiri, apa motif dan tujuan ber-homeschooling masing-masing kita. Kalo ternyata, tujuan pendidikan anak-anak bisa dicapai dengan bersekolah, ya sekolah. Kalo ternyata tidak, cari alternatif. Homeschooling itu alternatif yang jadi pilihan jika memang sesuai dengan visi misi keluarga kita. Dan sekali lagi pusatnya keluarga, bukan lembaga, bukan kelompok tertentu. Kalo ibaratnya ni, anak kita gak cocok di suatu sekolah negeri yang muridnya banyak, trus dipindahin ke sekolah swasta yang rasio guru muridnya lebih sedikit, eh tetap gak cocok, pindahin deh ke lembaga privat. Nah! Yang ngaku-ngaku homeschooling itu, ya lembaga privat itu. Bukan homeschooling. Emangnya kalo di rumah, anak tidak bisa terasah bakatnya? Mau contoh? Googling deh! Banyak kok yang sukses walau belajarnya dari rumah.

Sekali lagi, aku tidak anti sekolah, tidak anti lembaga-lembaga pendidikan. Hanya ingin mendudukkan, pakailah istilah sesuai maknanya. Homeschooling ya homeschooling, basisnya di rumah, bukan di ruko, atau bangunan lainnya. Rumah di sini bukan fisiknya ya. Kalo susah ngerti pakai istilah rumah, pake enggres deh, homeschooling itu 'home' bukan 'house'. Beda home dan house? Googling! ^_^ Homeschooling itu gak bisa di-franchise-kan. Mosok rumah sendiri di-franchise-kan? *garuk-garuk tembok*

Jadi ketika ingin ber-homeschooling, trus gak pede dan minder, trus 'aha!, ini ada homeschooling A, B dan C', yakinlah, bahwa itu bukan homeschooling. Tanpa bosan-bosan diulang, homeoling itu basisnya di rumah kita sendiri, mau kontrakan, mau gedong tingkat seratus. Selama tanggung jawabnya full pada keluarga tersebut, itu ber-homeschooling. Selama aktifitas belajar anak-anak, masih anda yang mikirin sampai botak, ya itu homeschooling. Kalo kemudian anak ikut ngintilin ke dapur, berantakin seluruh alat memasak anda, menumpahkan segala macam tepung, air, beras dan lain-lain dan dengan santai kemudian anda mengajak anak anda bereksplorasi bersama, belajar di dapur tersebut, itu juga homeschooling. Belum jelas juga? Nanti deh kapan-kapan dibahas lagi.

1 comment: